Baca Juga: Gaza Tidak Butuh Solusi Dua Negara

Kecenderungan ini juga berlaku bagi orang dewasa yang bekerja di dalam ruangan. Selain itu, kebiasaan berpakaian yang cenderung tertutup dan penggunaan tabir surya juga menjadi faktor penghambat produksi vitamin D di kulit.

Faktor Asupan Gizi: Vitamin D secara sebenarnya terdapat dalam ikan sarden, salmon, ikan tuna, kuning telur, susu, keju, serta yoghurt. Sayangnya, tingginya konsumsi makanan ultra proses (UPF) serta kurang beragamnya pangan harian menyebabkan rendahnya penyerapan vitamin D dari makanan.

Survei yang dilakukan BPOM, menunjukkan pangan jajaran menyumbang 31.1% energi harian anak sekolah. Menurut data Godsats per Desember 2024, rata-rata pengeluaran perkapita untuk makanan dan minuman jadi dalam seminggu mencapai angka tertinggi yaitu 55.744. Rendahnya konsumsi makanan yang diperkaya ini memperburuk defisiensi yang disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari.

Faktor Fisiologis dan Genetik: Beberapa faktor biologis juga turut berkontribusi. Pigmentasi kulit yang lebih gelap, yang umum pada populasi Asia, secara alami mengurangi efisiensi produksi vitamin D. Kondisi lain seperti obesitas juga dapat menurunkan kadar vitamin D dalam sirkulasi.