Menurut surat kabar Die Welt dilansir tempo.co, melaporkan insiden itu terjadi pada April, berada di tempat vaksinasi di Schurtens, Lower Saxony, mengganti vaksin virus corona dengan air garam.

"Menurut polisi dan jaksa, ada indikasi jelas bahwa perempuan itu memvaksinasi lebih banyak orang dengan larutan garam," kata Heiger Schulz, kepala tim krisis virus corona di Lower Saxony, di Hanover, dikutip dari majalah Randrlife.

Motif perawat, yang tidak disebutkan namanya, tidak jelas tetapi dia telah mengungkapkan pandangannya yang skeptis tentang vaksin COVID-19 di media sosial, kata penyelidik polisi. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali