KENDARI, TELISIK.ID – Di sebuah sudut Kota Kendari yang ramai, masih berdiri sebuah bengkel sederhana yang mempertahankan tradisi pembuatan parang secara manual.
Di tempat itu, beragam jenis alat, mulai dari parang, sabit, hingga pisau daging, terus diproduksi dengan cara tradisional meski modernisasi kian meluas.
Proses pembuatan parang di bengkel ini tidak hanya sekadar menempa besi, melainkan sebuah keterampilan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kasdi, pengrajin berusia 33 tahun yang sehari-hari bekerja di bengkel tersebut, menjelaskan bagaimana setiap bilah parang memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya siap digunakan masyarakat.
Baca Juga: Promo Besar-besaran, Hyundai Kendari Berhasil Gaet Konsumen hingga Luar Daerah
"Untuk membuat sebilah parang, biasanya saya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitannya," ujarnya, Senin (9/9/2025).
