Bahan baku yang digunakan juga tidak sembarangan. Alih-alih membeli besi baru, Kasdi memanfaatkan bahan bekas seperti per mobil dan bar gergaji mesin.

Menurutnya, bahan-bahan tersebut justru lebih kuat dan tahan lama setelah ditempa dengan teknik tradisional. 

"Besi bekas itu punya kualitas bagus kalau diolah dengan benar. Hasilnya bisa lebih tajam dan awet," jelasnya.

Meski kualitasnya dikenal baik, harga parang yang dijual Kasdi bervariasi sesuai ukuran dan jenis. Ia mematok harga mulai dari Rp380.000 hingga Rp700.000 per bilah. Namun, penghasilan yang diperoleh setiap bulan tidak menentu.

Baca Juga: WOW SALE, Diskon Fantastis hingga 50 Persen di INFORMA Kendari