Sehingga kuota 30 persen dapat menjadi representasi untuk mendorong kualitas, kuantitas dan keberdayaan perempuan.

“Apa lagi harus selalu kita nomor duakan. kekuatan social society juga banyak didorong oleh kelompok perempuan untuk menjadi lokomotif gerakan pada saat perjuangan pro demokrasi dalam menjatuhkan rezim orde baru yang otoriterianisme," tambahnya.

Bazar dan dialog ini diinisiasi oleh anggota baru DPK GMNI FISIP-UHO. Hadir juga berbagai narasumber, keterwakilan organisasai Cipayung Plus Kota Kendari Reschi Nur Rasak dari Kopri PMII, Feby Rahmayana LMND Sultra, Nur Isyati Kohati HMI, Lili Fasad M Kader GMNI Kendari.

Ada pula Rasmin Jaya, kader GMNI Kendari dan Panelis Fitra Wahyuni Kabid Sarinah DPC GMNI Kendari yang dimoderatori secara langsung oleh Sarinah Hijrah Anggota GMNI FISIP UHO. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani