Ia juga menambahkan bahwa pengangkutan sampah yang lebih intensif, bahkan setiap 15 menit, diharapkan mempercepat proses pengangkutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan.
Lebih lanjut, Aksan menguraikan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berteknologi burner yang mengolah sampah menjadi pupuk. Menurutnya, ini bisa membuka peluang investasi di sektor pengelolaan sampah dan memanfaatkan APBD secara optimal.
“Dengan teknologi ini, kita juga bisa menggandeng investor untuk mempercepat realisasinya,” imbuh Aksan.
Di sisi lain, Andi Sulolipu fokus pada persoalan infrastruktur. Dalam blusukan kali ini, warga Lorong Susuki menyampaikan keluhan tentang banjir dan jalan rusak.
Menanggapi hal itu, Andi menjelaskan bahwa salah satu prioritas AJP-ASLI adalah memperbaiki sistem drainase agar lebih mampu menampung air dan meminimalkan risiko banjir.
