Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama Beringharjo sendiri diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Artinya, wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo).

Baca juga: Kapten CPN Fredy Vebriyarto Nugroho Korban Kecelakaan Hely M-17 Dimakamkan di Sleman

Kini, para wisatawan memaknai pasar Beringharjo ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah Barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar.

Bila hendak membeli batik, pasar Beringharjo adalah tempat terbaik. Karena koleksi batiknya lengkap. Mulai dari batik kain maupun sudah jadi pakaian. Dari bahan katun hingga sutera. Dengan harga puluhan ribu rupiah sampai hampir sejuta tersedia di pasar Beringharjo ini.