Salah seorang pedagang moci, Afdal (24), asal Kabupaten Bombana, mengatakan telah menjalankan usahanya sejak 2024. Ia memulai usaha tersebut dengan modal sekitar Rp 500 ribu.
Untuk berjualan di Pasar Malam Wanggu, Afdal mengeluarkan biaya sewa lahan Rp 500 ribu. Ia juga harus membayar listrik Rp 20 ribu dan biaya kebersihan Rp 5 ribu.
Menurut Afdal, pasar malam memberikan kesempatan bagi pedagang untuk menawarkan produk kepada masyarakat. Namun, ia menilai jumlah pengunjung di Wanggu belum seramai ketika kegiatan serupa berlangsung di Baruga.
“Bagus sih, tapi tidak sama yang di Baruga. Mungkin belum banyak mahasiswa atau masyarakat yang tahu tentang pasar malam ini,” ujar Afdal kepada telisik.id, Kamis (15/10/2026).
Ia berharap pasar malam kembali digelar di Baruga atau kawasan pedesaan yang ramai penduduk. Menurutnya, lokasi tersebut berpotensi menjangkau masyarakat dari wilayah sekitar, termasuk Konda dan Ranomeeto.
