Baca Juga: Produksi Sampah di Konawe Capai 33 Ton Perhari
"Kritik yang masuk agar lebih objektif dalam menilai, sebab kami tidak mungkin berkerja asal-asalan, karena pekerjaan ini sudah jelas diawasi dengan ketat. Bukan hanya dari pihak direksi, konsultan, atau pun PPK dari instasi terkait, akan tetapi kami juga diawasi oleh pemerintah setempat serta Asosiasi pengurus pasar bahkan hingga teman-teman LSM," tegasnya.
Baca Juga: Produksi Sampah di Konawe Capai 33 Ton Perhari
Dilain pihak, Plt Kadis Perindag, Saribana menjelaskan, perusahan yang menangani proyek itu telah teruji di bidangnya, karena melalui proses adminitrasi ketat. Di samping itu, lokasi proyek bisa diakses siapa pun, karena tempatnya berada di pasar, ditambah setiap saat selalu diawasi oleh pengurus asosiasi pedangan pasar.
"Sebagai instasi terkait, di mana anggaran proyek itu melengket, tentu kami juga lakukan pengawasan internal, dengan melakukan monitoring dan pengecekan progeres pekerjaan," tutur Saribana. (B)
