MUNA BARAT, TELISIK.ID - Keluhan pedagang terkait pasar murah yang sering merugikan pedagang pasar tradisional, membuat Badan Pusat Statistik (BPS) Muna menilai, pasar murah tak efisien untuk menurunkan inflasi daerah, terutama di wilayah Muna Barat.
Diketahui, menurut data BPS angka IPH Muna Barat mencapai 3,44 persen dengan tiga komoditas sebagai penyumbang inflasi yaitu beras, cabai, dan daging ayam ras. Untuk itu, Pemda Muna Barat gencar dalam menekan angka inflasi daerah dengan cara melakukan pasar murah agar masyarakat dapat menjangkau harga strategis.
Namun, adanya pasar murah yang dilakukan oleh pemerintah daerah juga berdampak terhadap pedagang yang ada di pasar lokal, pasalnya jika dilakukan pasar murah maka masyarakat tak membeli komoditas di pasar dan menunggu komoditas di pasar murah dengan harga terjangkau.
Seperti yang dituturkan seorang warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Muhisa mengatakan, pasar murah ada poin plus minusnya. Di pasar murah, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak, ketika berbelanja komoditi yang disiapkan oleh pemda, tetapi ia juga khawatir dengan pedagang di pasar tradisional.
Baca Juga: Demokrat Siapkan AJB dan Cahwan Balon Bupati Muna, Darwin di Muna Barat
