"Kan ini sudah masuk musim sekolah, selesai mi waktunya beli-beli barang orang, makanya sekarang mereka simpan uangnya untuk sekolah anaknya," tambahnya.

"Ada ji waktunya orang akan datang orang beli, kalau tidak, ya kita menunggu saja," tambahnya.

Sepinya pembeli inipun berdampak pada penurunan pendapatan para pedagang.

"Satu hari itu kadang dapat Rp 300.000 sampai Rp 500.000, kalau dulu bisa sampai Rp 1.000.000, kadang juga lebih. Tapi kita syukuri saja," kata Amsia.

Kondisi ini juga dirasakan oleh salah seorang pembeli, Risky. Menurutnya, sekarang ini pasar sedang sepi padahal dulu ramai bahkan sering macet.