Baca Juga: Kian Marak, DPRD Kota Kendari Bentuk Perda Pencegahan Narkotika
Supir lain, Muh Deltawijaya mengatakan, penggunaan BBM non subsidi membuat dirinya harus bekerja keras untuk bisa membeli bahan bakar. Biasanya dengan BBM bersubsidi ia cukup membeli Rp 100 ribu untuk digunakan satu hari, sedangkan sekarang harus membeli bahan bakar hingga Rp 150 ribu.
"Sebenarnya dengan penggunaan bakar yang tidak bersubsidi ini, sewa penumpang harusnya bisa naik. Tetapi kalau kita kasih naik, pasti penumpang akan berkurang," ungkapnya.
Salah seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo, La Ode Syahril mengatakan ia lebih memilih menggunakan pete-pete ketimbang transportasi online.
