KONAWE, TELISIK.ID - Pasca demonstrasi yang berujung kerusuhan di PT VDNI dan PT OSS beberapa waktu lalu sebanyak 750 Personil gabungan TNI dan Polri masih disiagakan guna mengantisipasi kerusuhan susulan.

Akibat dari terjadinya kerusuhan itu, aktivitas kegiatan tambang langsung lumpuh di dua perusahaan tambang PT VDNI dan PT OSS. Tak hanya itu, aktivitas warga yang berada di lingkar tambang ikut terganggu.

Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto SIK menuturkan, kondisi maupun situasi di dua perusahaan tersebut saat ini sudah kondusif, namun personilnya masih disiagakan untuk melakukan pengaman.

"Saat ini gabungan TNI - POLRI masih disiagakan yang berjumlah 750 personil di Morosi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, meski situasi sudah dapat dikendalikan, akan tetapi pihaknya wajib menjaga ketertiban umum pasca kerusuhan, sehingga segala aktifitas untuk kepentingan umum dapat berjalan dengan normal.