Baca juga: Dua PDP Asal Bombana Negatif Corona
"Hanya tangki air yang ada saya lihat di sana. Makanannya tidak ada. Makanya saya sampaikan, belikan beras, siapkan kompor, siapkan indomie dan semua logistik untuk keperluan selama menjalani isolasi mandiri termasuk keperluan obat-obatan," ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan, persoalan ini memperkuat asumsi masyarakat bahwa Pemda Busel memang tak serius menangani penyebaran virus Corona di Bumi Gajahmada itu. Anggaran yang sebanyak itu tak diketahui dimana keberadaannya. Padahal seharusnya, selama berada dikarantina selama 14 hari, Pemda harus membiayai hidup mereka.
Sebagai putra asli Batuatas, legislator tiga periode ini berharap agar seluruh anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk belanja COVID-19 segera dikeluarkan. Sebab salah satu item belanja anggaran tersebut ada belanja logistik bagi pasien yang menjalani karantina.
"Jadi Pemda jangan hanya antar saja para pasien ini di lokasi karantina baru melarikan diri. Karena biar bagaimana mereka juga adalah warga Busel," nilainya.
