Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari itu mengungkapkan, tes swab yang menunjukkan negatif berdasarkan keterangan dokter yang menangani merupakan pemeriksaan kedua dengan hasil yang sama (negatif).

Namun, meskipun sudah dinyatakan sembuh, pasien tidak langsung dipulangkan begitu saja, karena akan ada dampak psikologi antara dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya sehingga masih akan menjalani rangkain pemulihan.

Baca juga: Rumahkan 500 Karyawan, PT GKP di Wawonii Resmi Ditutup

"Kenapa? karena buat dirinya dia merasa apakah tidak akan menulari ke orang lain begitu pula orang lain di sekitarnya, apakah dia tidak akan ditulari," tambahnya.

Diketahui, pasien positif COVID-19 asal Kota Kendari ini sebelumnya dinyatakan positif pada 19 Maret 2020, pasien berjenis kelamin perempuan ini memiliki riwayat perjalanan umrah.