“Harapan saya, semua masyarakat Kolaka datang ke tempat pemungutan suara untuk memberikan hak suaranya karena satu suara sangat menentukan perjalanan lima tahun ke depan. Masyarakat juga sudah tahu dan paham siapa yang mereka pilih untuk memimpin Kolaka ini,” ujarnya.

Ketidakhadiran paslon "Beramal" dalam debat tersebut juga mendapat tanggapan dari Jayadin. Dia mengatakan, perbedaan debat hari ini dibandingkan dengan debat sebelumnya, mereka tidak bisa saling bertanya.

“Ada hal-hal yang ingin kami tanyakan ketika mereka terpilih, tapi tidak bisa kami ajukan. Kami juga merasa sunyi karena kami hanya sendiri. Tidak ada lagi teriakan-teriakan seperti di debat pertama dan kedua,” tambah Jayadin. (C)

Reporter: Egit Riski

Editor: Mustaqim