"Kita tidak punya wewenang untuk pengelolaan karena nanti akan diambil alih oleh Dinas Pariwisata Provinsi (Sulawesi Tenggara),” jelasnya kepada telisik.id, Sabtu (11/10/2025).
Martin menegaskan, sejauh ini tidak ada kendala dalam pembangunan. Hanya saja, pihaknya masih menata mekanisme kunjungan agar tidak menimbulkan kerumunan berlebih di lokasi.
"Kita masih atur mekanismenya. Jangan sampai langsung dibuka dan pengunjung membludak. Nanti kita batasi dulu, mungkin sekitar 50–60 orang per sekali masuk,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan membangun pagar keliling di area luar patung demi keamanan pengunjung, mengingat lokasinya yang berada di tepi laut.
"Kami masih mau buatkan pagar luar dulu, karena bahaya untuk pengunjung," tambahnya.
