KENDARI, TELISIK.ID - Sejak membuka usaha kuliner martabak, Muhammad Yusri ingin usaha kuliner martabak yang dijalankannya berbeda dengan martabak yang sudah pernah ada di Kota Kendari.

Muhammad Yusri merintis usahanya sekitar 4 tahun yang lalu. Agar lebih cepat dikenal dan melekat di hati masyarakat, dia bereksperimen membuat martabak yang berbeda dengan orang lain, baik dari segi cita rasa maupun namanya.

Awalnya, dia membuat martabak dengan toping pokea. Namun setelah mencoba menjual di outletnya yang beralamat di depan RS Permata Bunda Jalan Syech Yusuf Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, martabak toping pokea ternyata kurang diminati oleh masyarakat.

Sehingga dia memutar otak kembali untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari usaha martabak pada umumnya. Lalu dia membuat martabak mozarella dan martabak rica-rica. Sebelum memasarkannya, dia terlebih dahulu membuat testimoni dari kerabat dan teman-teman terdekat sesama pelaku usaha kuliner untuk dinilai.

"Mozarella dan rica-rica, ini konsepnya saya yang berinisiatif sendiri. Karena memang di Kota Kendari ini, khususnya anak-anak muda, suka dengan sesuatu yang baru. Alasan saya memberikan nama ciu-ciu, dari  nama anak saya sendiri," ungkapnya pada Telisik.id, Senin(10/1/2022).