BAUBAU, TELISIK.ID - Pawai Padamara kembali hadir di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menampilkan kolaborasi memikat dari tiga seniman residensi yang berasal dari Makasar, Bangka Belitung dan Bali.
Pertunjukan dengan tajuk Kande Yi Sora ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana, serta bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Proyek seni ini diproduseri oleh Harni Sumatan yang merupakan penerima dana penuh dalam hibah Dana Indonesiana tahun ini untuk pendayagunaan ruang publik.
Kande Yi Sora adalah sebuah inisiasi proyek seni budaya lintas disiplin yang bertujuan mengaktivasi kembali dua situs bersejarah penting di Sorawolio di Kota Baubau. Kedua situs tersebut adalah bak air Palatiga yang menjadi ruang domestik, ruang solidaritas perempuan, serta ekologi air dan Benteng Sorawolio sebagai simbol pertahanan komunal warisan Kesultanan Buton.
Aktivasi ini dilakukan melalui pendekatan seni pertunjukkan spesifik situs serta revitalisasi kontemporer terhadap tradisi makan bersama, pekanda-kandea. Bekerjasama dengan teater Sora, pertunjukan Kande Yi Sora akan menampilkan teater ruang publik yang mengangkat tema politik tanam paksa era Belanda, narasi lisan warga mengenai Bak Air Palatiga, pertunjukan dari tiga seniman residensi, hingga aksi teatrikal ibu-ibu yang sedang memasak.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Pameran
