"Kami mempermudah birokrasi, kalau butuh air untuk korban banjir melapor saja. Saya sudah perintahkan anggota di WTP Punggolaka buka kran 24 jam selama situasi tanggap darurat ini," ungkapnya.

Layanan air ini, sama yang mereka lakukan saat bencana kekeringan tahun 2023, namun saat itu mereka berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk proses distribusi.

Saiful menambahkan untuk melayani kebutuhan air warga Jalan Segar Kelurahan Pondambea, sebagai warga dia menyewa dua unit mobil pengangkut air kapasitas 1200 liter dan mendistribusikan sebanyak 17 ret air pada warga.

Baca Juga: Rumah Warga di Puuwatu Tertimpa Lumpur Diduga Akibat Pembangunan BTN

Berdasarkan catatan PDAM sejak tanggal 8-9 Maret, distribusi air melalui mobil tangki PUPR, BPBD, dan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara telah dilakukan sebanyak 8 ret untuk jalan Lasolo, 3 ret untuk warga Kampung Salo. Dimana setiap ret mengangkut air sebanyak 4 M³.