"Di Sultra itu, PDAM yang kurang sehat hanya dua, lainnya semua sakit," sebutnya.

Ia menekankan pada Direktur PDAM agar lebih meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan dan pendistrubusian air bersih pada masyarakat.

"Menjadi pimpinan itu tanggungjawabnya besar. Saat persoalan yang ada, seperti mata air Jompi, harus dituntaskan dengan terus berkoordinasi dengan Pemkab," pintanya.

Sementara itu, Muhamad Nurhayat Fariki mengaku, selama empat tahun terakhir, kondisi PDAM telah mengalami peningkatan. Namun bukan berarti semuanya sempurna. Masih ada beberapa kendala dilapangan yang dihadapi, sehingga belum bisa mandiri.

Olehnya itu, ia mengungkapkan bahwa dukungan penganggaran dari Pemkab masih terus dibutuhkan.