Baca juga: Sejarah Masjid Raya Medan Menjadi Daya Tarik Wisatawan

"Sosialisasi minim, etika legislasi sering diabaikan, dan minim partisipasi. Jika dilihat dalam kerangka panjang dan besar ini, maka kekecewaan demonstran itu bisa dipahami. Kekecewaan sekaligus ketakutan bahwa partai-partai di DPR akan terus mengabaikan protes dan kritik publik," sambungnya.

Untuk itu, lanjut Rangkuti, ini adalah akumulasi dari berbagai kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat. Tentu di samping subtansi RUU yang dipersoalkan, sikap keras menghadapi aspirasi warga tidak akan menghasilkan kesejatian bangsa.

"Alih-alih kesejatian, yang muncul adalah warga yang terus merasa terabaikan, terpinggirkan dan tentu saja rasa tidak puas yang dalam," jelasnya.

Oleh karena itulah, baiknya demonstrasi dan juga pembakaran bendera salah satu partai itu dilihat dalam rangka tidak maksimalnya pendekatan partai terhadap rakyat.