Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

NASDEM akhirnya dapat mengganggu ketenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Awalnya, PDIP tak mau berdansa politik. Ternyata, PDIP terpancing juga turun ke “lantai dansa.” Tugas diberikan kepada Puan Maharani agar bisa menjadi magnet di “lantai dansa.”

Sayangnya, PDIP responsnya agak lambat. Kecemasan, PDIP mulai tampak, pasca Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi. PDIP khawatir akan tekad kuat Nasdem tidak lagi sebagai pendukung pemerintah pada Pemilu Serentak 2024.  

Awalnya, hanya ada poros koalisi saja. Tetapi, pasca Rapimnas Partai Gerindra mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai capres dan berkoalisi bersama PKB. Hitung-hitungan menuju Pilpres 2024 mulai tergambarkan, bisa dipetakan kemungkinan berapa poros, kekuatan dan kelemahan medan kompetisinya, serta peluang menang dan kalahnya.