PDIP saat ini masih kukuh, ramai-ramai elit internalnya “menolak” Ganjar Pranowo. Berharap pertarungannya tiga poros, yakni poros KIB dengan calon alternatif, melawan poros Gerindra-PKB, dan poros terakhir adalah porosnya PDIP.
Hanya saja, PDIP khawatir, munculnya poros keempat, ganggu konstelasi politik. Nasdem-PKS akan terpenuhi paket koalisi, jika bergabungnya Partai Demokrat. Bagi kubu PDIP, wacana ini amat menyebalkan. Poros ini rencananya mengusung “musuh/lawan terkuat” PDIP, yakni Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Situasi inilah yang direspons Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berdasarkan pengakuan Puan Maharani, ia ditugaskan menemui Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.
Tugas Berat Puan Maharani
PDIP sudah realistis, tak bisa sekadar mengamati dansa politik. Jika ingin mendorong Puan menjadi capres. Pilihannya adalah menarik Nasdem untuk bersama dalam koalisi. Jika Nasdem bisa bergabung bersama PDIP, banyak keuntungannya, seperti mengurangi kecemasan dengan memungkinkan pupusnya paket calon kuat Anies Baswedan-AHY.
PDIP sekaligus ‘melemahkan’ kekuatan PKS-Demokrat. Sebab, PKS-Demokrat, akan digiring kepada bersama Gerindra-PKB, yang hanya tinggal mencari wapresnya saja. Melawan paket pasangan yang kembali mengusung Prabowo Subianto, tidaklah terlalu mengkhawatirkan, sebab dua kali berhasil ditumbangkan oleh poros koalisi PDIP.
