Tugas yang tidak ringan, minimal, jika Nasdem berhasil masuk gerbong PDIP. Dampak yang diharapkan oleh rayuan Puan adalah poros koalisi PKS dan Demokrat jika tanpa Nasdem, otomatis berhasil dibatalkan. Selanjutnya, jika Anies-Puan/ Puan-Anies, tentu akan turut menarik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk masuk barisan PDIP-Nasdem. Akhirnya, sesumbar Sekretaris Jenderal Hasto Kristianto, dapat dibuktikan, bahwa koalisi pemerintah mayoritas solid mendukung kembali PDIP.

Lalu, kemana nasib Anies-AHY? Dua nama ini tak akan bisa dipasangan bersama. PKS-Demokrat dapat memilih masuk diantara dua poros koalisi. Poros koalisi Gerindra-PKB, sayangnya, koalisi ini kecenderungannya tetap mengusung Prabowo sebagai capres hanya tinggal menentukan bersama cawapresnya saja. Jika Prabowo-Anies, akan membuat Anies mengumpat dihati. Ia telah berjuang keras kemarin menolaknya, jika terjadi sebagai pendamping Prabowo, amat mengecewakan.

Oleh sebab itu, PKS-Demokrat, akan realistis mencoba adu kuat dengan PDIP-Nasdem untuk memperebutkan KIB. KIB akhirnya punya posisi tawar tinggi. Sebab, jika dengan PKS-Demokrat, maka KIB akan punya paket calon yang akan dirembukkan bersama kelima partai itu. Paket Anies-AHY peluangnya sulit diusung juga bersama KIB, karena harus ada kemungkinan kompensasi salah satu calon dari ketiga partai politik insiator KIB.  

Tetapi, jika KIB memilih skenario bergabung pada poros PDIP-Nasdem. Paket pasangan calon, kemungkinan besar ditentukan oleh PDIP-Nasdem. Sedangkan KIB hanya berkalkulasi kemungkinan menang saja. Tanpa lagi punya posisi tawar untuk mendorong salah satu ketua umum dari ketiga partai inisiator KIB untuk sebagai cawapres.

Penutup