Ada lagi dua figur bisa menjadi king maker lainnya, namun posisi “galau” yaitu Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kedua orang ini dalam posisi dilema antara maju sebagai calon presiden atau mengusung calon lain.  

Pertanyaan kenapa terlalu banyak yang mau menjadi king maker, ada apa, apa yang diharapkan dari para elit politik dan apa agenda yang tersembunyi di balik suksesi kepemimpinan ini.

Padahal reformasi sistem dari pemilihan tidak langsung (undirect election) menuju sistem pemilihan langsung (direct election) secara perlahan telah menggeser polarelasi elite-massa dalam politik elektoral.

Jika di era pemilihan tidak langsung, elite menjadi fokus perhatian, maka pada era pemilihan langsung fokus perhatian lebih berpusat pada massa. Pada sistem pemilihan langsung, kedudukan elite sebagai kelompok yang strategis dalam masyarakat secara perlahan semakin kehilangan pengaruhnya.

Di era pemilihan langsung para politisi membangun popularitas dengan menjalin hubungan kedekatan yang erat dengan rakyat, dan mangasosiasikan dirinya sebagai bagian dari rakyat, yang diistilahkan sebagai politik populisme.