Baca Juga: Ratusan Mahasiswa IAIN Kendari Blokade Jalan Abdullah Silondae

Mahasiswa melakukan aksi pelemparan, lantaran dilarang masuk ke dalam kantor DPRD Sultra oleh aparat kepolisian. Menurut massa aksi, kedatangan mereka ke kantor perwakilan rakyat itu, adalah untuk menemui pimpinan DPRD Sultra, untuk beraudiensi terkait aspirasi yang mereka suarakan, yaitu masalah kenaikan BBM, kelangkaan minyak dan penundaan pemilu tahun 2024.

Baca Juga: TNI-Polri Turunkan 1.250 Personel Amankan Demo Mahasiswa di Kendari

"Kami datang ke sini untuk menuntut permasalahan yang sedang terjadi, yang menurut kami itu sudah sangat menyengsarakan masyarakat. Tetapi aksi kami, tidak mendapatkan respon dari para wakil-wakil rakyat kami, yang enggan keluar menemui seluruh masa pendemo," ungkap salah satu Korlap masa aksi.

Sebagai informasi, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, sudah menemui massa aksi sekitar pukul 10:30 Wita. Namun para pendemo yang melakukan kericuhan, adalah mereka yang datang sekitar pukul 12:00 Wita. Di saat para ketua dan anggota DPRD Sultra sudah meninggalkan kantor.