“Saya menganggapnya sangat serius. Seperti seorang atlet yang mempersiapkan diri melakukan maraton.”
Baca Juga: Bosan dengan COVID-19, Negara-Negara Ini Akan Hidup Normal
Pada tengah hari, ia sudah tidur dengan 29 wanita. Setelah itu ia mulai mengalami kram. Namun ada seorang fisioterapis yang datang untuk memberinya pijatan.
Dilansir Liputan6.com, penyelenggara mengatakan, jika para peserta rekor dunia tidak diizinkan membawa obat untuk meningkatkan ereksi mereka. Pria Singapura itu akhirnya lulus tes karena terbebas dari obat kuat.
Selain itu, untuk setiap sesi, peserta harus melakukan ejakulasi lebih dari 5ml air mani. Penyelenggara bertugas untuk mengukur jumlah cairan yang diejakulasi oleh para peserta di akhir sesi.
