Zul, perwakilan Aliansi Lingkar MTQ, menilai besaran tarif Rp 900 ribu kepada para pedagang sangat tidak wajar dan terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kapasitas usaha para pelaku UMKM di lokasi tersebut.

"Angka Rp 900 ribu itu tidak wajar. Ini terlalu mahal dan membebani. Kami menilai pernyataan yang mengatakan tarif ini terjangkau, itu tidak tepat sasaran," kata Zul.

Pihaknya juga mendesak Perumda Utama Sultra transparan dalam menetapkan tarif kepada para pedagang.

Mereka meminta rincian biaya dipecah secara jelas dan terbuka, sehingga para pedagang dan publik tahu persis untuk apa saja uang iuran digunakan, mulai dari biaya air, listrik, kebersihan, hingga pemeliharaan fasilitas.

"Kami mesti tahu rinciannya. Jangan hanya dipatok harga begitu tanpa penjelasan yang jelas. Harus ada transparansi dalam merinci setiap komponen iuran tersebut," tegas Zul.