Wandi menambahkan bahwa para pedagang awalnya percaya dengan janji Pemkot Kendari yang akan memulihkan tempat jualan mereka pada awal tahun 2024.

“Kami kecewa dengan pemerintah, tapi mau bagaimana lagi? Kami bukan pemilik tanah, sementara pemerintah memiliki kewenangan,” ujar Wandi dengan nada kesal.

Hal senada disampaikan oleh Wismahua (45), pedagang lainnya yang tergusur. Ia mengaku tidak ada perlawanan saat penggusuran karena mereka percaya dengan janji Pemkot yang menyatakan bahwa mereka akan dikembalikan setelah revitalisasi selesai.

“Tidak ada paksaan saat itu, kami percaya akan dikembalikan ke tempat semula, tapi itu hanya janji kosong,” keluh Wismahua.

Wismahua mengungkapkan bahwa jika memang ada pembangunan kios baru, ia dan para pedagang lainnya akan sangat bersyukur bisa kembali ke tempat mereka sebelumnya. Namun, hingga kini, ia melihat tidak ada pembangunan signifikan untuk tempat jualan mereka.