Ditambah dengan di tempat sebelumnya juga ada buaya. Terkadang buaya sering muncul di permukaan sungai Tondasi sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa.
“Sudah banyak memakan korban. Makanya kami pindah di pelabuhan Feri," ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah setempat agar memberi perhatian dan solusi, sehingga tidak ada larangan untuk melakukan aktivitas bongkar muat barang dagangan.
Baca Juga: Pj Bupati Konawe Bakal Fokus Tiga Program Usai Keciprat Dana Rp 29 Miliar
Masalah ini pun, para pedagang mengaku sudah sampaikan kepada pihak UPT. Menurut Kepala UPT pelabuhan feri Tondasi, Mashuri, pihaknya mempersilakan kepada masyarakat dan pedagang untuk tetap beraktivitas. Tetapi ia meminta agar selalu menjaga kebersihan di sekitar pelabuhan.
