“Bagaimana kami mau melarang. Sementara hampir semua yang beraktifitas berasal dari wilayah di Tiworo Utara dan mereka juga yang membantu menjaga serta kebersihan pelabuhan selama ini," pungkasnya.

Ia mengatakan, jika pihaknya paksakan tetap ada larangan, maka sama saja pihaknya membuat permusuhan dengan warga karena kehilangan pekerjaan.

Selanjutnya, Kapolsek Tiworo Tengah, IpdaA Muhamad Saleh mengaku, selama ia bertugas di wilayah tersebut pihaknya belum pernah melihat aktivitas bongkar muat semen dan bahan pokok sembako lainnya di pelabuhan seperti yang di maksudkan oleh sekelompok massa tersebut.

“Saya juga bingung mau dibilang pembiaran, sementara saya baru tiga Minggu aktif di Polsek Tiworo Tengah ini dan belum pernah melihat yang bongkar muat dimaksud. Padahal setiap kapal feri tiba dan berangkat, saya selalu berada di pelabuhan," tandasnya. (A)

Penulis: Putri Wulandari