Preman pasar yang diketahui bernama Beni dan kawan-kawannya memukul korban yang ketika itu sedang bersama anaknya. Bahkan, kepala korban diadu dengan kepala anaknya sendiri yang masih di bawah umur.
"Kami diterima oleh Alia, selaku Kepala Bidang di dinas itu, dengan sangat serius Ibu Alia mendengarkan dan memberikan suport serta semangat kepada kedua korban. Bahkan pihak dinas berjanji akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemerintahan di domisili korban, agar segera memberi bantuan kepada kedua korban baik pengobatan, terlebih pemulihan psikologis. Kami dukung dinas agar dapat menjalankan tupoksinya dengan benar," ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu ketika dikonfirmasi awak media, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang dilakukan BS terhadap LWI. Bahkan pelaku juga telah ditangkap.
"Pergumulan antara BS dengan seorang wanita pedagang kaki lima (PKL) berinisial LWI (37) hingga antara keduanya terlibat saling pukul itu, terjadi pada Minggu (5/9/2021) sekira pukul 09.00 WIB di pajak (pasar) Gambir, Jalan Pasar VIII, Kecamatan Percut Sei Tuan. Terduga Pelaku sudah kami amankan dan kini dalam proses penyidikan lebih lanjut," kata AKP Janpiter.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Percut Sei Tuan, AKP Membela Karokaro menambahkan ketika aksi saling pukul antara keduanya terjadi, sejumlah pedagang yang berada di lokasi lalu mengabadikan momen tersebut hingga mengapload rekaman video dari phonselnya ke media sosial (medsos) hingga akhirnya menjadi viral.
