“Sehari, pendapatan saya kadang Rp 400 ribu dan kadang juga Rp 500 ribu. Keuntungannya bisa sampai Rp 200 ribu kadang Rp 300 ribu. Rata-rata yang beli ada anak muda ada juga anak-anak,” kata Siti, Selasa (29/12/2020).
Siti mengaku petasan yang dijualnya telah memiliki izin, yang dimiliki distributor tempatnya membeli petasan tersebut.
Hal senada juga diungkapkan pedagang petasan lainnya, Erni, yang memilih berjualan di tepi jalan tidak jauh dari kawasan Pasar Anduonohu Kota Kendari.
Erni menjual petasan hanya pada momen tertentu, seperti natal dan tahun baru, bulan puasa dan menjelang hari raya, karena di momen tersebut banyak pembeli.
“Biasanya jelang perayaan natal dan tahun baru ini banyak yang cari terutama anak-anak, kalau tahun kemarin dagangan saya habis selama bulan puasa," tuturnya. (B)
