Peserta yang terlibat dalam program ini mencakup anak-anak usia sekolah, beberapa yang belum bersekolah, serta yang sudah putus sekolah, dengan total sekitar 32 anak dan lapak dibuka setiap Selasa, Jumat dan Minggu.
Meski saat ini berada di Kadolomoko, ada aspirasi untuk mengembangkannya lebih luas
"Harapannya ini masih di Kelurahan Kadolomoko tapi nantinya lebih luas lagi, mungkin nanti bisa membuka volunteer. Yang ingin belajar dan bermain bersama dengan anak-anak. Kita bisa menjadi salah satu contoh untuk daerah lain agar bisa menjadi penggerak dalam bidang literasi," jelasnya
Pihaknya juga menyatakan terbuka untuk kolaborasi, seperti bantuan dari pemerintah, atau siapapun yang ingin berkolaborasi untuk orang banyak.
Lurah Kadolomoko, La Ode Hardianto Hibali memberikan tanggapan positif terkait adanya lapak baca tersebut.
