Kebijakan ini disebut telah menimbulkan ketidakpuasan di kalangan karyawan. Kondisi ini dikonfirmasi oleh Wakil Presiden AI di Microsoft, Nando de Freitas.
Baca Juga: HP Lipat Tiga Huawei Mate XT Segera Masuk ke Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Melalui akun X miliknya, ia mengungkapkan bahwa banyak staf DeepMind menghubunginya dalam keadaan frustrasi. Mereka merasa terjebak dalam kontrak yang membatasi ruang gerak karier mereka.
"Setiap minggu salah satu dari (karyawan) Anda menghubungi saya dengan putus asa untuk menanyakan bagaimana cara keluar dari kebijakan tersebut," tulis @NandoDF, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (20/4/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa dari mereka meminta bantuan untuk mendapatkan pekerjaan baru. Namun, ia memilih untuk tidak menanggapi permintaan itu.
