Menurutnya, contoh yang menarik dari bantuan itu adalah program pengembangan koperasi di Desa Pogalampa, Kecamatan Batauga, dengan bantuan dana dari LSM Sintesa milik Hugua sebanyak Rp 1,5 juta, itu sekitar 30 tahun lalu, sekarang telah mencapai omzet sekitar Rp 2 miliar dan masih bergulir membantu kredit bagi 99 persen ibu-ibu rumah tangga.
"Kita butuh pola-pola pemberdayaan masyarakat seperti ini, secara mandiri dapat bergulir di tengah-tengah masyarakat. Sebaiknya ke depan pemerintah lebih memberikan kail dan umpannya sehingga masyarakat dapat melipatgandakan sesuai selera masing-masing," tutupnya. (C-Adv)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Haerani Hambali
