Alasan diprioritaskan sapi perah yakni untuk mengurangi kerugian yang harus diderita peternak jika ternaknya terserang PMK. Pertimbangan lainnya usianya lebih panjang dan produksi susu di Jawa Timur mantap sehingga perlu dipertahankan dari serangan PMK.
Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan capaian vaksinasi ini termasuk cepat, sebab 2 hari lalu tingkat vaksinasi masih berada pada angka 51 persen.
Baca Juga: Bebas PMK, Ponpes Pancasila Reo Sembelih 11 Hewan Kurban, Non Muslim Ikut Kebagian Daging
"Ini artinya kerja dari temen-temen vaksinator ini sangat cepat, sangat gigih. Kita yakin secara gradual akan bisa tercapai target vaksinasi ini," ucapnya.
Berdasarkan data dari Posko Terpadu Penanganan PMK di Jatim per 8 Juli 2022, total sebanyak 145.094 ekor sapi terdampak di 38 kabupaten/kota. 75,58 persen (109.659 ekor) masih sakit, 0,58 persen (845 ekor) mati, 0,71 persen (1.035 ekor) dipotong paksa, dan 23,13 persen (33.555 ekor) dinyatakan sembuh. (B)
