"Karena mereka itu datang-datang (tidak setiap hari datang)," sambungnya.

Dari data yang dihasilkan nantinya, tambah dia, selain pertimbangan keamanan pengunjung pasar, data tersebut juga akan menjadi rujukan Pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan.

Kemungkinan besar, lanjut Asnar, data 2019 akan berubah dari data sekarang.

"Karena hilang-hilang anaknya ini (tidak menetap) yang menetap, ada namanya kelompok Sabulakoa, kelompok bongkaran Duriasi. Kelompok ini membagi wilayah kerja, ada yang bagian depan dan belakang pasar. (B)

Reporter: Musdar