"Kita kasian hanya pekerja, masa sudah selama setahun belum dibayarkan, yang bikin sakit hati itu, kontraktor juga tidak bayar sama pekerja jadi saya bayarkan pakai uang pribadiku karena saya mandor tapi saya juga tidak cair gajiku," ungkapnya.

Ia mengaku sudah berapa kali dijanji untuk dibayarkan, namun belum juga dibayarkan dengan berbagai alasan uang daerah tak ada.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang, Sulawesi Tenggara, Martin Efendi Patulak mengatakan, pembangunan pagar rujab gubernur Sulawesi Tenggara tersebut diperkirakan sejak tahun 2022, dan tahap pengerjaannya telah selesai.

Menurut Effendi, terkait anggaran memeng masih ada yang belum dibayarkan karena menyeberang tahun, sehingga dibayarkan tahun 2024.

"Uang yang pindah tahun anggaran, tidak bisa langsung tahun berikutnya, misalnya tahun 2022 tidak bisa langsung masuk tahun 2023, bisa tapi diakhir anggara perubahan," ucap Martin.