KENDARI, TELISIK.ID - Pekerja tambang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melakukan aksi mogok kerja hari ini, Rabu (22/3/2023), menyusul tuntutan mereka yang belum terpenuhi. PT OSS dan PT VDNI, tempat mereka bekerja, diketahui melakukan blokade jalan sehingga para pekerja yang tidak terlibat dalam aksi mogok harus memutar balik atau bergabung dengan para pekerja yang mogok.
Salah seorang narasumber saat dikonfirmasi Telisik.id via WhatsApp, Sultan, Sekretaris KSPN PT OSS, turut mengonfirmasi kebenaran aksi mogok kerja tersebut.
Dalam pamflet yang beredar, Aliansi Serikat Pekerja, SPTK Kabupaten Konawe, PUK KSPN VDNI dan OSS mendesak pimpinan manajemen pusat untuk mencopot jabatan HRD PT OSS dan PT VDNI. Selain itu, mereka juga mendesak perusahaan untuk melakukan perundingan PKB sesuai Permenaker 18 Tahun 2014 dan merealisasikan upah sesuai dengan link yang beredar di website upahkerja.com, termasuk tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, dan tunjangan keluarga.
"Hari ini kami memulai aksi mogok kerja hingga tuntutan kami terpenuhi," kata salah seorang pekerja tambang yang ikut serta dalam aksi mogok tersebut.
Aksi mogok kerja ini berlangsung di seluruh wilayah PT VDNI, PT OSS, dan PLTU Jety. Namun, sejumlah pekerja tambang yang tidak terlibat dalam aksi mogok mengaku kesulitan untuk bekerja karena jalan-jalan menuju lokasi tambang dijaga ketat oleh para pekerja yang mogok.
