Tak hanya itu, sala satu mahasiswa lainnya, Intan mengatakan untuk menembus antrean panjang agar cepat masuk dalam kapal harus berdesak-desakan dan saling rebut.

"Saya dari subuh di sini sudah panjang antrean motor sekitar hampir satu kilo meter. Kami cape sekali, apa lagi dalam kondisi menjalankan puasa," tuturnya.

Intan juga menambahkan, untuk setiap tahunnya memang selalu seperti itu, apa lagi jalur alternatif juga selalu dipadati penumpang, sehingga untuk beberapa hari ke depan, penumpang diperkirakan masih terus membludak.

Baca Juga: 11 Kapal Siap Layani Pemudik Idul Fitri di Nusa Tenggara Timur

"Meski seperti itu kan setiap tahun wajib mudik karena keluarga ada di kampung halaman, kalau di Kendari kami hanya  mengenyam pendidikan di perguruan tinggi," ujarnya.