Baca Juga: Tawuran Pelajar di Kendari Gunakan Busur dan Parang

Menurutnya, dibutuhkan upaya konkrit dan inovasi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan tawuran antar pelajar, salah satunya melibatkan stakeholder, namun peran sekolah harus lebih dominan, karena berimplikasi langsung terhadap sekolah.

Pj wali kota berharap peran semua pihak untuk berkolaborasi, bersinergi dan keterpaduan, utamanya stakeholder pendidikan agar persoalan ini bisa dicegah. Apalagi tahun 2022 aksi tawuran di Kota Kendari cenderung meningkat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Anggraeni Balaka, mewakili sekretaris daerah Sulawesi Tenggara menegaskan, akan mengawal deklarasi ini hingga ke sekolah agar program ini benar-benar berjalan.

"Paling tidak satu bulan sekali, pada saat upacara hari Senin dilaksanakan di sekolah, disitu saya akan hadir untuk mendengarkan rencana aksi yang telah mereka lakukan paling tidak sebulan setelah hari ini kita lakukan deklarasi," katanya.