“Ini masalah kenakalan remaja, saling tawuran tapi kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan disaksikan oleh kelapa sekolah dan dewan guru,” beber Kapolsek.
Diketahui kelompok pelajar yang terlibat tawuran ini berasal dari SMPN 1 Sampolawa, dan SMPN 2 Sampolawa.
Pihak sekolah sangat tidak membenarkan tindakan itu. Segala upaya terus dilakukan untuk mencegah tindakan kriminalisasi atau tindak kejahatan apapun oleh pelajar, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Baca Juga: 10 Hari Hilang, Basarnas Tutup Pencarian Nelayan di Buton Selatan
Salah satu guru, Tia mengatakan, zaman moderen ini anak-anak menganggap tawuran itu sebagai ajang untuk menunjukan mana yang paling kuat, banyak dari mereka yang meniru pergaulan yang tidak sesuai dengan norma berperilaku yang mereka amati di handphone masing-masing.
