Pada kurikulim merdeka, ada dua kegiatan, yakni intra meliputi tatap muka. Kemudian, PO5 meliputi pengembangan sub skill pelajar dengan tema kehidupan yang berkelanjutan melalui cerdas mengolah sampah.
"Ada tiga jenis sampah di sekolah yang diolah, yakni plastik, daun dan kertas. Untuk kertas, akan dijadikan peta timbul," katanya.
Dalam mengolah sampah, para pelajar telah mendapat pendampingan dari komunitas pemerhati sampah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Setelah mendapat pengetahuan, para pelajar mempraktekan yang didampingi gurunya masing-masing," ujarnya.
Dengan adanya pengetahuan pengolahan itu, dipastikan tidak akan ada lagi sampah-sampah di sekolah. Sampah akan langsung diolah menjadi barang yang bermanfaat.
