Kata La Hane, setiap kelompok penerima bantuan diberi uang tunai sebesar Rp 3 juta. Nilai ini diambil berdasarkan harga jual bibit sebesar Rp 300 Kg. Sementara setiap kelompok mendapat kuota satu ton.
"Kelompok tani dari Siompu ini beli bibit sama saya juga saat itu. Karena saya juga punya bibit saat itu. Makanya saya tau persis satu kelompok tiga juta itu karena saya saksikan langsung. Penyerahan itu saya hadiri. Uangnya termasuk saya yang terima. Karena harga satu tonnya itu tiga juta," beber La Hane ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Ketika ditanya siapa saja pihak yang hadir saat serah terima bantuan tersebut, apakah dari perusahaan kontraktor pelaksana atau Dinas teknis? Ia mengaku tak tahu.
Pasalnya, tak ada atribut maupun identitas yang disampaikan maupun digunakan saat proses serah terima dilaksanakan.
"Yang pasti ada dua orang yang temani saat itu. Saya tidak tau juga siapa mereka. Karena mereka pakaian biasa," ungkapnya.
