"Aplikasi Tawakkalna itu harus terintegrasi dengan aplikasi yang dimiliki Indonesia yaitu PeduliLindungi," ujarnya.

Menurut Ace, sepulang dari Tanah Suci, seharusnya jemaah umrah Indonesia memiliki komitmen untuk menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satunya harus memiliki kesediaan melakukan karantina. Saat ini karantina diberlakukan di Indonesia selama sepuluh hari.

Baca Juga: Jokowi dan Bahlil Kunker ke Bali dan Sultra, Ini Agendanya

"Tentu bagi kami kalau memang pemerintah dan asosiasi (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) kekeh (bersikeras) ingin memberangkatkan jemaah umrah, mereka atau setidaknya pimpinan asoasiasinya, saya meminta tetap menjaga nama baik Indonesia dan keselamatan mereka sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.