Kini, penyidik telah menahan DR yang telah beraksi di tiga tempat berbeda itu (rumah adat, DPRD dan Warangga). DR bermain tunggal dalam setiap menjalankan aksinya.

Korbannya merupakan orang luar kota. Status tersangka pun telah disandang pelajar itu.

"Sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan sejak 14-20 Juli," kata Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kasat Reskrim, IPTU Hamka, Kamis (15/7/2021).

Terkait pemeriksaan urine yang positif, penyidik telah berkoordinasi dengan Sat Res Narkoba untuk melakukan pengembangan dimana tempat tersangka mendapatkan narkoba.

Penahanan terhadap tersangka sendiri lebih cepat dari tersangka kasus lainnya yakni, hanya 7 hari. Hal tersebut dikarenakan, tersangka masih dibawah umur.