Akibat lambatnya penanganan kasus tersebut, Tamalaki Wonua menduga terjadinya pencurian di Museum Sulawesi Tenggara ini adalah kerjasama antara Kepala Museum yang ditugaskan menjaga benda-benda bersejarah, dan pemerintah.
“Kami menduga adanya kerjasama antara pemerintah dan Kepala UPTD Museum Sultra untuk menghilangkan identitas adat suku Tolaki,” ujarnya menduga.
Selain itu, Tamalaki Wonua juga meminta kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk mencopot Kadis Pendidikan Sultra dan Kepala UPTD Museum Sultra karena dianggap tidak becus dan lalai menjaga benda-benda bersejarah milik leluhur suku Tolaki.
“Kami juga mendesak Polda Sultra untuk segera memproses dan menangkap pelaku pencurian di Museum Sultra dalam waktu 2x24 jam,” tegasnya.
Karena tak kunjung ditemui oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, Tamalaki Wonua bergeser menuju Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, untuk bertemu Ali Mazi. (B)
