"Alhamdulillah sampai sekarang ini sudah banyak yang laku, sudah mau habis juga, biasanya saya jualan ini harus keliling sampai malam," ujar Pandi, Senin (8/4/2023).
Selain pedagang somay, ada juga para penjual es dawet yang sengaja keliling jalan menggunakan telenan untuk menjajakan jualannya agar para pembeli tidak harus datang ke lokasi mereka mangkal
"Saya sengaja keliling, karena biasa orang haus tapi malas untuk jalan ke tempat dagangan karena menyaksikan antraksi pawai," ujar Rahman salah seorang pedagang es dawet.
Untuk diketahui, pawai budaya ini digelar di depan Kantor Balai Kota Kendari atau di sekitar pelataran tugu eks MTQ. (B)
Penulis: Wa Ode Ria Ika Hasana
